Hari Ini:

  • Parkir di Garasi Motor Amblas

    0

    Aksi pelaku curanmor terus saja terjadi di Kota Malang. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Agung Setiawan (21), mahasiswa di Kota Malang, yang kos di Jl Soekarno-Hatta Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Motor Kawasaki Nopol N 4525 HHA miliknya amblas saat di parkir di dalam garasi rumah kos. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres Malang Kota. Informasi Memo Kamis malam sekitar pukul 23.00, korban memarkir motornya di dalam garasi rumah kos. Saat itu motor di parkir dalam kondisi terkunci stang stirnya hingga korban merasa aman. Setelah itu, korban pun meninggalkan motornya dan pergi ke kamar untuk istirahat tidur. Jumat dini hari saat kondisi kos tak terjaga, pelaku pun melakukan aksinya. Pelaku menjebol gembok pagar rumah dan berhasil masuk kedalam garasi motor. Selanjutnya pelaku mencuri motor tersebut dan langsung kabur. Kejadian itu diketahui oleh penjaga rumah yang melihat kondisi pintu pagar terbuka sekitar pukul 05.00. Para penghuni kos pun akhirnya dibangunkan untuk melakukan pengecekan. Saat itulah korban mengetahui kalau motor miliknya telah hilang. (gie)  

  • Duduk di Rel Pak Tua Disambar KA

    0

    Lelaki tua tanpa identitas yang tertabrak KA (Kereta Api) Gajayana di rel KA Jl Kebalen Gang Lonceng, pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 09.00, akhirnya diketahui identitasnya Minggu (15/3) sore. Ini diketahui setelah warga Mergosono Gang V, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, melakukan pengecekan di kamar mayat RSSA Malang. Korban sendiri akhirnya diketahui bernama Nahrawi (60) yang tinggal sebatang kara di Jl Mergosono Gang V. “Identitas korban diketahui setelah ada warga yang melakukan pengecekan di kamar mayat RSSA Malang. Hal itu setelah warga curiga karena Nahrawi tak kunjung pulang ke rumahnya. Dari keterangan warga, nahrawi hidup sebatang kara. Informasinya juga, korban mengalami ganggung pada pendengarannya,” ujar Dhana Setiawan, anggota RJT saat dikonfirmasi Memo via telpon. Sebelumnya, pada Sabtu sekitar pukul 09.00, korban terlihat duduk-duduk di rel KA disekitar TKP. Saat itu melaju KA Gajayana menuju Kota Malang. Saat jaraknya sudah dekat, warga sempat berteriak supaya korban menjauh dari rel KA. Namun didega karena pendengarannya terganggu, korban tidak mendengar teriakan itu. Saat jarak kereta benar-benar sudah dekat, korban sempat berdiri dan berusaha menghindar. Usaha korban sia-sia dikarenakan kepala kereta sudah menghantam tubuhnya. Korban tewas seketika derngan luka parah dibagian kepalanya. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsekta kedungkandang hingga jenazah korban segera dibawa ke...

  • Burung Kenari Rp 50 Juta Amblas

    0

    Tak pernah dibayangkan oleh M Imam (35), warga Jl Muharto Gang V, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kalau burung kenari yorkshire warna hijau, kesayangannya, Rabu (11/3) sekitar pukul 13.00, bakal dicuri maling. Burung jago berkicau seharga Rp 50 juta itu hilang bersama sangkarnya saat ditaruh di depan rumah. Kejadian itu kemarin sudah dilaporkan ke Polsekta Kedungkandang. Informasi Memo menyebutkan bahwa sebelum hilang, Kenari tersebut berada di depan rumah korban bersama burung-burung lainnya. Diduga pelaku sudah mengincar burung kenari yorkshire tersebut hingga menunggu saat kondisi sepi. Saat korban berada di dalam rumah, pelaku pun segera saja melakukan aksinya mencuri burung tersebut. Kejadian itu berjalan mulus hingga pelaku langsung kabur. Sekitar pukul 13.00, saat korban hendak memasukan burung-burung miliknya, dia mendapati kenari kesayangannya berserta sangkarnya telah hilang. Terang saja korban pun langsung kaget dan memastikan kalau burung itu telah dicuri maling. Karena kerugiannya hingga Rp 50 juta, korban akhirnya memutuskan untuk melapor ke Polsekta Kedungkandang. (gie)  

  • Tukang Setubuhi Bocah Idiot

    0

    # Pendarahan di Kebun Sengon Sebut saja Kembang (17) tinggal hidup kurang layak dan IQ lemah (idiot) justru dipaksa bersebadan tersangka Sulis Sutiyo (25) pria beristri asal Desa Codo RT 19/RW 19, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Jumat (13/3) siang terungkap, tersangka kebelet nafsu melihat korban. Prihatin menimpa korban Kamis (22/1) pkl 12.00, di kebun singkong Desa Codo. Tersangka beranak satu mendadak ‘kebelet’ nafsu melihat korban yang pulang ngarit (mencari rumput). “Dia mendekat mau naruh rumputnya. ‘Heeh, pertamane xxx iki loh xxx cek weruh. Gak kepingin ta koen. Suwe-suwe dia pegang’ (Heh, pertamanya xxx ini xxx biar tahu. Tidak ingin kah kamu. Lama-lama dia pegang), “ cerita tersangka. Tersangka menyuruh korban telentang. Ia sendiri melepas celana dalam korban. “Ta hohohihe. Mek dilut (cuma sebentar–red), keluar diluar. Satu masukan saja,” sebut tersangka sambil mengaku biasa mendapat jatah istri tapi sudah lama. “Ya nafsu aja mungkin Bu, sebenarnya aku udah mau pulang. Gak tahu kok mau balik lagi,” jelas tersangka ke seorang penyidik. Setahu tersangka, tidak ada orang di lokasi di pinggiran kebun sengon. Tersangka sendiri memiliki anak 3 tahun dan menyebut sang istri lebih ‘enak’ digaulinya. Baru ketika korban pulang, dari pangkal paha keluar darah. Menahan perih ia mengadu ke bibinya. Korban...

  • Tuntut Tanggung Jawab Gadis Hamil Babak Belur

    0

    Seorang gadis sebut saja namanya Bunga (19) warga Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (12/3) sekitar pukul 15.00, melapor ke Polsekta Kedungkandang. Dia melapor kalau telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan pacarnya berinisial As (23), warga Jl Gatot Subroto, kecamatan Klojen, Kota Malang. Bunga dihajar As saat memberitahukan kehamilannya yang telah baru berusia 2 bulan. Namun hal itu malah membuat As marah dan menghajar kekasihnya itu hingga mengalami sejumlah luka memar pada bagian wajah. Hal itu terjadi sekitar pukul 14.00, saat keduanya berada di depan BPN Kedungkandang. Informasi Memo menyebutkan bahwa sebelum kejadian, korban dan pacarnya jalan-jalan disekitar Velodrom. Tepatnya di depan kantor BPN, korban memberitahukan bahwa dirinya tengah hamil dan meminta supaya As bertanggung jawab. Namun saat itu, malah berbuntut percekcokan hingga As beberapa kali melakukan penamparan. Terang saja hal itu membuat korban merasa sedih hingga memutuskan untuk melapor ke Polsekta Kedungkandang. Atas laporan itu, petugas segera melakukan pencarian hingga mempertemukan korban dengan As. Saat kedua belah pihak keluarga bertemu, korban akhirnya memilih untuk berdamai. Selain itu As juga bersedia bertanggung jawab atas kehamilan korban. Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK melalui Kapolsekta kedungkandang Kompol Putu Mataram SH, saat dikonfirmasi Memo membenarkan adanya laporan penganiayaan itu. “Setelah kami panggil,...

Scroll To Top